Kamis, 10 November 2011

Cara Mudah Belajar C++

Tujuannya adalah untuk memudahkan pembuatan program baik yang sederhana maupun yang kompleks.
Yang dimaksud dengan program adalah kumpulan intruksi yang digunakan untuk mengatur computer agar melakukan suatu tindakan tertentu.
Suatu program ditulis mengikuti kaidah bahasa pemograman tertentu. Bahasa pemograman dapat di analogikan dengan bahasa yang digunakan  manusia (bahasa manusia). Kumpulan intruksi dalam bahasa manusia yang berupa sejumlah kalimat dapat anda analogikan dengan suatu program.
Dalam konteks pemograman, terdapat sejumlah bahasa pemograman, seperti : Pascal, C, C++, dan Basic.

Baiklah untuk mempersingkat waktu dengan cara menganalisis riset dari suatu masalah dan membuat algoritma sederhana transaksi pembayaran pada swalayan yang menggunakan seleksi fungsi if else untuk membuat program transaksi pembayaran.

Permasalahan :
Suatu swalayan memberikan diskon sebesar 10 % bagi siapa saja yang berbelanja sebesar Rp100.000  atau lebih. Buatlah algoritma untuk menghitung nilai uang yang harus dibayar oleh pembeli.
Solusi: Pemecahan masalah ini dalam bentuk diagram alir data dan pseudecode  dapat dilihat pada gambar berikut.
  1. Masukkan (pembelian)
  2. Jika pembelian >= 100000 maka diskon ß 0.1* pembelian sebaliknya diskon 0 akhir-jika
  3. pembayaranß pembelian – diskon
  4. tampilkan (pembayaran
Flowchartnya :

 


 



C++ merupakan bahasa pemrograman komputer yang termasuk dalam bahasa pemrograman tingkat menengah.C++ itu sendiri merupakan bahasa pemngembangan dari bahasa C.C++ merupakan bahasa yang merupakan pemrograman berorientasi objek.Dan langsung saja masuk ke dalam program sederhana dari C++.
#include
void main()
{
cout “selamat pagi semua\n”;
}
Dan saya akan menjelaskan tentang program yang ada diatas :
  1. #include : merupakan deklarasi dari beberapa fungsi yang dibutuhkan oleh perangkat lunak atau class class yang dibutuhkan.
  2. void main () : Ini merupakan fungsi utama, dan c++ itu sendiri terdapat banyak fungsi.Dan kata void itu sendiri menandakan kalau fungsi main tidak bertipe.
  3. {} : kurung buka dan tutup itu sendiri menandakan awal dan akhir dari program.
  4. cout “selamat pagi semua\n”; : cout itu sendiri berguna untuk mencetak tampilan, dan setiap statement harus diakhiri dengan titik koma.
  5. kondisi percabangan :
• if (expression)
{
statement;
}
• if (expression)
{
statement;
}
else
{
statement2;
}
• switch
{
case1:
{
statement;
break;
}
case2:
{
statement;
break;
}
Kondisi perulangan :
• while (expression)
{
statement;
}
• do
{
statement;
}
while (condition);

Senin, 07 November 2011

BELAJAR ARRAY

ARRAY

Array adalah sekelompok data sejenis yang disimpan ke dalam variabel dengan nama yang sama, dengan memberi indeks pada variabel untuk membedakan antara yang satu dengan yang lain.

VARIABEL ARRAY
            nama_variabel[indeks]

ketentuan nama variabel arrray sama dengan nama variabel biasa.
indeks menunjukkan nomor dari variabel .

DEKLARASI VARIABEL ARRAY

BU                  : tipe nama_variabel[indeks];

Contoh            : float bil[10];
            deklarasi variabel array dengan nama bil yang akan menampung 10 data     yang  bertipe  float.  Indeks  10  menunjukkan  variabel  bil  terdiri  dari  10    elemen, dimana setiap elemen akan menampung sebuah data.

Indeks array dimulai dari nol(0) , sedang nomor elemen biasanya dimulai dari satu(1). Nomor elemen dapat dibuat sama dengan nomor indeks untuk mempermudah pembuatan program yaitu dengan memberi indeks satu lebih banyak dari jumlah data yang dibutuhkan, sehingga menjadi :
            float bil[11]

INISIALISASI  ARRAY 1 DIMENSI
Inisialisasi  dapat dilakukan bersama dengan deklarasi atau tersendiri. Inisialisasi suatu array adalah dengan meletakkan elemen array di antara tanda kurung kurawal {}, antara elemen yang satu dengan lainnya dipisahkan koma.
            int bil[2] = {4,1,8}

            bil[0] = 4
            bil[1] = 1
            bil[2] = 8

AUTOMATIC ARRAY adalah Inisialisasi array dilakukan di dalam fungsi tertentu. Hanya  compiler C yang berstandar ANSI C yang dapat menginisialisasikan automatic array.
Cara menginisialisasikan  array dari compiler yg tidak mengikuti standar  ANSI C:
1. Diinisialisasikan di luar fungsi sebagai variabel GLOBAL/EXTERNAL ARRAY.
            int bil[2]={0,0,0};
            main()
2. Diinisialisasikan didlm fungsi sebagai variabel LOKAL/STATIC ARRAY.
            main()
            {
                        static int bil[2]={0,0,0};
                        .........

Pada automatic array yang tidak diinisialisasikan , elemen array akan memiliki nilai yang tidak beraturan. Bila global & static array tidak diinisialisasi maka semua elemen array secara otomatis akan diberi nilai nol(0).

Contoh :
main()
{
            int y;
            int hitung=0;
            int x[0];
            for(y=0;y<5;y++)
            {
                        hitung+=y;
                        x[y]=hitung;
                        printf("%3d - %3d\n",y,x[y]);
            }
}

OUTPUT:
0-  0
1-  1
2-  3
3-  6
4-  10

MENDEFINISIKAN JUMLAH ELEMEN ARRAY DALAM VARIABEL
Besarnya variabel indeks dapat ditentukan dengan menggunakan
preprocessor directives #define
#define N 40
main()
{
            int no[N],gaji[N],gol[N],status[N],juman[N];

Bila besari indeks akan diubah menjadi 50, cukup diganti dengan
#define N 50

ARRAY 2 DIMENSI
            nama_variabel [indeks1][indeks2]
indeks1            : jumlah/nomor baris
indeks2            : jumlah/nomor kolom
Jumlah elemen yang dimiliki array 2 dimensi dapat ditentukan dari hasil perkalian indeks1 * indeks2

misal : array A[2][3] akan memiliki 2*3 = 6 elemen.

main()
{
            float  bil [5] [5]
            .......

dapat dituliskan dengan #define
#define N 5
main()
{
            float bil [N]  [N]
            .......

INISIALISASI ARRAY 2 DIMENSI
main()
{
            float bil[2] [3] =
            { { 1,2,3},       /*baris 0*/
              { 4,5,6},        /*baris 1*/
            }

elemen bil [0] [0] = 1
elemen bil [0] [1] = 2
elemen bil [0] [2] = 3
elemen bil [1] [0] = 4
elemen bil [1] [1] = 5
elemen bil [1] [2] = 6

Contoh :
main()
{
            int x[3][5];
            int y,z;
            int hitung=0;
            for(y=0;y<3;y++)


            {
printf("y = %d\n",y);
                        for(z=0;z<5;z++)
                        {
                                    hitung+=z;
                                    x[y][z] = hitung;
                                    printf("%/t%3d - %3d\n",z,x[y][z]);
                        }
            }
}

OUTPUT:
y = 0
   0-  0
   1-  1
   2-  2
   3-  6
   4-  10
y = 1
   0-  10
   1-  11
   2-  13
   3-  16
   4-  20
y = 2
  0-  20
  1-  21
  2-  23
  3-  26
  4-  30

STRING dan ARRAY
1. Pada string   terdapat karakter null(\0) di akhir string
2. String sudah pasti array, array belum tentu string

CONTOH - CONTOH :
1. array dengan pengisian input melalui keyboard
            baca_input()
            {
                        float nilai[10];
                        for(i=0;i<10;i++)
                        scanf("%d",&nilai[i]);
            }

2. Fungsi yang mencetak isi array dari akhir ke awal
            cetak_array()
{
                        float nilai[10];
                        for(i=9;i>=0;i--)
                        scanf("%3f",nilai[i]);
            }
3. Menghitung rata - rata isi array nilai
            rata_rata()
            {
                        float nilai[10],jum*rata;
                        for(i=0,jum=0;i<=9;i++)
                                    jum+=nilai[i];
                                    rata=jum/i;
            }

4. Mencari nilai terbesar
            besar()
            float temp,nilai[10];
            {
                        for(temp=nilai[0],i=1;i<=9;i++)
                        if(nilai[i] > temp)
                                    temp=nilai[i];
            }
            return(temp)